Dalam pelaksanaan sholat Subuh, terdapat beberapa amalan sunnah yang sering dilakukan oleh umat Islam sebagai bentuk penyempurna ibadah, salah satunya adalah membaca doa qunut.
Doa qunut Subuh merupakan doa yang dibaca dalam sholat Subuh setelah i’tidal pada rakaat terakhir. Saat membacanya, dianjurkan mengangkat kedua tangan sebagaimana posisi berdoa.
Amalan membaca doa qunut ini telah dikenal luas di kalangan umat Islam, meskipun praktiknya masih menjadi perbedaan pendapat di berbagai daerah, termasuk di Indonesia.
Perbedaan Pendapat tentang Qunut Subuh
Dalam praktiknya, membaca doa qunut saat sholat Subuh termasuk dalam perkara yang diperselisihkan (ikhtilaf) oleh para ulama.
Sebagian berpendapat bahwa qunut Subuh adalah sunnah yang dianjurkan, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa hal tersebut tidak termasuk sunnah yang rutin dilakukan.
Perbedaan ini menunjukkan adanya keragaman pandangan dalam fiqih Islam yang tetap harus disikapi dengan bijak dan saling menghormati.
Dalil Membaca Doa Qunut Subuh
Dilansir dari laman cahaya.kompas.com, terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa qunut Subuh hingga akhir hayatnya, meskipun sebagian riwayat dinilai lemah.
Namun, terdapat hadits yang dinilai shahih oleh Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu’ yang berbunyi:
Arab:
فَأَمَّا فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا
Artinya:
“Adapun pada shalat Subuh, beliau (Nabi Muhammad SAW) senantiasa berqunut hingga wafat.”
Beberapa ulama besar seperti Imam Malik dan Imam Syafi’i termasuk yang menganjurkan membaca doa qunut pada sholat Subuh.
Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap
Berikut ini adalah bacaan doa qunut yang dapat diamalkan:
Arab:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Allahummahdini fii man hadait
Wa ‘aafini fii man ‘aafait
Wa tawallanii fii man tawallait
Wa baariklii fii maa a‘thait
Wa qinii syarra maa qadhait
Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik
Wa innahuu laa yadzillu man waalait
Wa laa ya‘izzu man ‘aadait
Tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait
Fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhait
Wa astagfiruka wa atuubu ilaik
Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi
Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Lindungilah kami sebagaimana orang-orang yang Engkau lindungi. Berkahilah apa yang telah Engkau karuniakan kepada kami. Jauhkan kami dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menghukum-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau. Bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”
Cara Menyikapi Perbedaan dalam Qunut Subuh
Dalam menyikapi perbedaan pendapat terkait doa qunut, sikap yang paling bijak adalah bersikap toleran dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Jika berada di lingkungan yang mengamalkan qunut, maka sebaiknya ikut membacanya.
Sebaliknya, jika berada di lingkungan yang tidak mengamalkannya, maka tidak perlu memaksakan diri.
Pendapat ini juga diperkuat oleh Syaikh Muhammad Abdul Wahab dalam kitab Ad Duror As Saniyah, yang menganjurkan agar seorang imam menyesuaikan diri dengan jamaahnya demi menjaga keharmonisan.
Bahkan, sesuatu yang kurang utama bisa menjadi lebih utama dalam kondisi tertentu demi persatuan.
Kesimpulan
Doa qunut Subuh merupakan amalan yang memiliki dasar dalam beberapa riwayat hadits dan dianjurkan oleh sebagian ulama, meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan umat Islam.
Oleh karena itu, penting untuk menyikapinya dengan bijak, saling menghormati, serta mengutamakan persatuan.
Dengan memahami bacaan, arti, dan dalilnya, umat Islam dapat mengamalkan doa qunut dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.
Sumber : https://cahaya.kompas.com/









