Doa Qunut merupakan salah satu doa yang sering dibaca dalam shalat, khususnya saat shalat Subuh pada rakaat terakhir setelah ruku’. Di Indonesia, amalan ini sangat familiar karena mayoritas umat Islam mengikuti mazhab Imam Syafi’i yang menganjurkan pembacaan qunut secara rutin.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bacaan doa qunut Arab, latin, terjemahan, tafsir makna, hingga hukum dan perbedaan pendapat ulama, sehingga bisa menjadi panduan yang mudah dipahami.
Bacaan Doa Qunut Arab, Latin, dan Artinya
1. Bacaan Arab
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
2. Bacaan Latin
Allahummahdini fiiman hadayta, wa ‘aafinii fiiman ‘aafayta, wa tawallanii fiiman tawallayta, wa baariklii fiimaa a’thayta, wa qinii syarra maa qadhayta, fa innaka taqdhi wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalayta, wa laa ya’izzu man ‘aadayta, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalayta.
3. Terjemahan Arti
“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesehatan. Berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang telah Engkau beri perlindungan. Berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau Maha Menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.”
Tafsir dan Makna Doa Qunut
Agar tidak sekadar dibaca, penting memahami makna setiap bagian doa qunut:
- اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ
Permohonan agar diberikan hidayah dan istiqamah dalam kebenaran. - وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ
Doa untuk kesehatan lahir dan batin serta perlindungan dari penyakit. - وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ
Memohon pertolongan dan penjagaan Allah dalam setiap urusan hidup. - وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ
Harapan agar segala rezeki diberkahi, bukan sekadar banyak. - وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ
Permohonan perlindungan dari takdir buruk dan musibah. - إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ
Penegasan bahwa Allah adalah penentu segala ketetapan. - وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
Orang yang dekat dengan Allah tidak akan hina. - وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
Orang yang dimusuhi Allah tidak akan mendapatkan kemuliaan. - تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Pengakuan atas kesucian dan keagungan Allah.
Dalil dan Sumber Doa Qunut
Doa qunut ini berasal dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh beberapa ulama hadits, seperti:
- Imam Abu Daud
- Imam Tirmidzi
- Imam An-Nasa’i
- Imam Ahmad
- Ibnu Khuzaimah
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengajarkan doa qunut kepada para sahabatnya.
Hukum Membaca Doa Qunut Menurut Ulama
Para ulama sepakat bahwa qunut pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai pelaksanaannya:
1. Mazhab Hanafi
- Qunut hanya pada shalat witir
- Subuh hanya jika terjadi musibah (qunut nazilah)
- Dilakukan sebelum ruku’
2. Mazhab Maliki
- Qunut hanya pada shalat Subuh
- Dibaca pelan (sirr)
- Sebelum ruku’
3. Mazhab Syafi’i
- Qunut dianjurkan setiap shalat Subuh
- Juga pada witir akhir Ramadhan
- Dilakukan setelah ruku’
4. Mazhab Hanbali
- Qunut pada witir
- Boleh saat musibah di shalat wajib
- Dilakukan setelah ruku’
👉 Perbedaan ini termasuk ikhtilaf yang dibolehkan, sehingga tidak perlu diperselisihkan.
Bolehkah Membaca Doa Selain Qunut?
Para ulama menjelaskan bahwa:
- Doa qunut tidak harus menggunakan satu teks tertentu
- Boleh menambahkan doa lain
- Bahkan boleh mengganti dengan doa apa saja yang baik
Pendapat ini diperkuat oleh Imam Nawawi dan Syaikh Al-Albani.
Contoh Tambahan Doa Qunut dari Sahabat
Diriwayatkan bahwa para sahabat seperti Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan juga membaca doa tambahan dalam qunut, yang berisi:
- Permohonan pertolongan
- Pujian kepada Allah
- Harapan rahmat
- Perlindungan dari azab
Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam berdoa selama tetap dalam kebaikan.
Penutup
Doa Qunut bukan hanya bacaan rutin dalam shalat, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang hidayah, perlindungan, keberkahan, dan ketundukan kepada Allah. Perbedaan praktik di kalangan ulama adalah hal yang wajar dan tidak perlu menjadi sumber perpecahan.
Dengan memahami bacaan, arti, dan tafsirnya, kita dapat membaca doa qunut dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan.
Sumber : https://tafsirweb.com









