Di tengah sentimen negatif yang membayangi pasar global dan meningkatnya aksi jual, pergerakan pasar saham domestik turut mengalami tekanan pada awal pekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dan turun ke level psikologis 6.900 pada awal pekan.
Pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026), IHSG tercatat melemah 0,53% ke posisi 6.989,43.
Aktivitas Perdagangan Masih Tinggi
Meski IHSG melemah, aktivitas transaksi di pasar saham tetap terbilang ramai.
Nilai transaksi mencapai Rp15,25 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 29,21 miliar saham dari total 1,66 juta transaksi.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 255 saham menguat, 412 saham melemah, dan 151 saham bergerak stagnan.
Investor Asing Catatkan Net Buy
Di tengah pelemahan indeks, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp622,92 miliar di seluruh pasar.
Rinciannya:
- Rp611,26 miliar di pasar reguler
- Rp11,66 miliar di pasar negosiasi dan tunai
Hal ini menunjukkan masih adanya kepercayaan investor global terhadap pasar saham Indonesia.
Daftar Saham yang Diborong Investor Asing
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com yang mengutip data dari aplikasi Stockbit, berikut sejumlah saham yang paling banyak dibeli investor asing pada perdagangan tersebut:
- PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp50,12 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp35,71 miliar
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) – Rp32,59 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) – Rp30,79 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) – Rp28,90 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp24,12 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp22,03 miliar
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) – Rp20,23 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp17,06 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp16,16 miliar
Peluang di Tengah Tekanan Pasar
Aksi beli investor asing di tengah pelemahan IHSG mengindikasikan adanya peluang investasi yang masih menarik.
Koreksi pasar kerap dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengakumulasi saham-saham potensial.
Kesimpulan
Penurunan IHSG ke level 6.900 tidak menghentikan minat investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia.
Dengan nilai pembelian bersih yang cukup besar, terlihat bahwa kondisi pelemahan justru dimanfaatkan sebagai peluang investasi.
Hal ini menjadi sinyal bahwa prospek pasar saham Indonesia masih dinilai positif, terutama dalam jangka panjang.
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/

Komentar