Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Jembatan Idano Noyo yang berada di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat.
Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir yang terjadi pada Maret 2025, sehingga menghambat mobilitas masyarakat antara Nias Barat dan Nias Selatan.
Pemerintah provinsi kemudian membangun kembali jembatan tersebut dengan konstruksi baja tipe A, sepanjang 95 meter dan lebar 9 meter, dengan total anggaran sekitar Rp46,7 miliar. Infrastruktur ini menjadi penghubung utama antarwilayah yang diharapkan mampu memperlancar arus transportasi dan distribusi barang.
Dalam peresmian tersebut, Bobby menyampaikan bahwa pembangunan jembatan sempat diragukan oleh sejumlah pihak. Namun, proyek tersebut berhasil diselesaikan pada awal tahun 2026 dan kini sudah dapat digunakan oleh masyarakat secara umum.
“Pas ini mulai dibangun banyak yang nakut-nakuti, habis masa jabatan tak akan siap, anggaran tak cukup-cukup, tapi di awal 2026 ini kita selesaikan dan sudah bisa digunakan secara umum,” kata Bobby Nasution saat peresmian Jembatan Noyo di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Rabu (11/2/2026) malam.
Selain pembangunan jembatan, pemerintah provinsi juga meningkatkan kualitas jalan provinsi dari Gunungsitoli menuju Mandrehe sepanjang kurang lebih 50 kilometer. Perbaikan jalan tersebut membuat waktu tempuh yang sebelumnya mencapai dua jam kini menjadi kurang dari satu jam.
Bobby menjelaskan bahwa pembangunan di Kepulauan Nias menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan. Sepanjang tahun 2025, pemerintah provinsi telah mengalokasikan dana sekitar Rp250 miliar untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur di wilayah tersebut.
“Total Pemprov Sumut tahun 2025 mengucurkan sekitar Rp250 miliar untuk Kepulauan Nias. Tidak usah berterima kasih karena ini kewajiban kami, kami yang berterima kasih pekerjaan kami dibantu daerah hingga berjalan lancar,” kata Bobby Nasution.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah provinsi berencana kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 miliar pada tahun berikutnya guna melanjutkan pembangunan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Semoga upaya pemerataan pembangunan ini bisa lebih menggerakkan perekonomian masyarakat, kami titip ini kepada masyarakat dan pemerintah setempat,” kata Bobby.
Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri kepala daerah setempat, unsur DPRD, Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.










