Aroma manis dari buah-buahan kering dan sirup segar mulai terasa di kawasan Pasar Ramai, Sei Rengas II, Medan Area. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, manisan buah menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari oleh warga etnis Tionghoa, baik untuk disajikan kepada tamu maupun sebagai bingkisan keluarga, Kamis (12/02/2026).
Aktivitas jual beli yang meningkat terlihat jelas di Toko Manisanusantara. Pemilik toko, Chersy (29), yang telah menekuni usaha ini selama 16 tahun, mengatakan permintaan mulai naik dalam beberapa hari terakhir seiring semakin dekatnya perayaan Imlek.
“Penjualan manisan sudah mulai meningkat karena perayaan Imlek semakin dekat. Banyak pembeli datang untuk mencari manisan sebagai persiapan perayaan,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa jenis manisan menjadi favorit pelanggan, terutama manisan salak dan mangga. Bahkan, lonjakan pembeli membuat jam operasional toko harus diperpanjang hingga malam hari.
“Manisan yang paling sering dicari pembeli adalah salak dan mangga. Biasanya menjelang Imlek, toko bisa buka sampai malam karena permintaan cukup tinggi,” katanya.
Selain manisan buah, toko tersebut juga menyediakan berbagai produk pelengkap khas Imlek, seperti somboy, sirup Vietnam, dan sirup markisa. Produk-produk tersebut dijual dengan harga bervariasi sesuai jenis dan kualitasnya.
“Harga manisan buah mulai dari Rp15.000 per ons, tergantung jumlah pembelian. Sementara untuk buah kering dan produk premium lainnya, harganya berkisar Rp60.000 hingga lebih dari Rp100.000 per kilogram,” jelasnya.
Dalam tradisi Imlek, manisan buah tidak hanya menjadi hidangan, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai harapan akan kehidupan yang manis dan penuh keberuntungan di tahun yang baru. Hal ini membuat permintaan manisan selalu meningkat menjelang perayaan.
Meski harus menambah jam operasional, Chersy dan karyawannya tetap bersemangat melayani pelanggan yang datang untuk melengkapi kebutuhan perayaan Imlek.










