Pada bulan Ramadhan, banyak anak yang menjalankan ibadah puasa cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah.
Aktivitas fisik seperti berlari atau bermain di luar sering dihindari karena dapat menyebabkan kelelahan dan rasa haus berlebihan yang berisiko membatalkan puasa.
Akibatnya, anak lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah hingga tiba waktu berbuka. Padahal, kegiatan bermain tetap penting bagi perkembangan fisik maupun mental anak.
Bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
Karena itu, orang tua perlu mencari alternatif aktivitas yang tetap bermanfaat, meskipun dilakukan di dalam rumah.
Ide Aktivitas Anak yang Mendidik Selama Ramadhan
Dilansir dari laman kompas.com. CEO & Founder Tentang Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, menyarankan beberapa kegiatan edukatif yang dapat dilakukan anak selama bulan Ramadhan.
Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu merangsang kecerdasan dan kreativitas anak.
1. Membaca Buku
Salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan untuk anak selama Ramadhan adalah membaca.
Menurut dr. Mesty, kebiasaan membaca sejak dini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan intelektual anak.
Ia menjelaskan bahwa anak yang mendapatkan stimulasi sejak bayi, termasuk melalui kegiatan membaca dan bermain, memiliki potensi peningkatan IQ hingga 30 persen.
Oleh sebab itu, membaca dapat menjadi pilihan aktivitas yang bermanfaat sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Namun, penting bagi orang tua untuk memilih buku yang sesuai dengan usia dan minat anak.
Misalnya, jika anak menyukai hewan, berikan buku bertema dunia hewan.
Selain itu, buku yang berisi cerita kegiatan sehari-hari seperti cara memakai baju atau mengikat sepatu juga bisa menjadi pilihan menarik.
2. Bermain Mainan Tradisional
Selain membaca, bermain tetap menjadi aktivitas penting bagi anak.
Namun, dr. Mesty menyarankan agar orang tua menghindari pemberian mainan berbasis elektronik seperti gadget atau permainan digital.
Menurutnya, mainan tradisional justru lebih efektif dalam merangsang kecerdasan anak.
Beberapa jenis mainan yang dianjurkan antara lain balok susun, Lego, puzzle, flash card, atau permainan bongkar pasang lainnya.
Mainan seperti ini dapat membantu anak mengembangkan daya imajinasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir logis.
Anak juga menjadi lebih aktif berkreasi dan tidak mudah bosan meskipun hanya bermain di dalam rumah.
Dengan memberikan aktivitas yang tepat, anak tetap dapat mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan positif tanpa harus bergantung pada gadget.
Kesimpulan
Bulan Ramadhan bukan alasan bagi anak untuk berhenti beraktivitas dan belajar.
Meski lebih banyak berada di dalam rumah, anak tetap membutuhkan stimulasi yang mendukung tumbuh kembangnya.
Dua aktivitas yang sangat dianjurkan selama Ramadhan adalah membaca buku dan bermain mainan tradisional.
Membaca dapat meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan anak, sedangkan bermain mainan edukatif membantu mengasah kreativitas serta imajinasi mereka.
Dengan pendampingan yang tepat dari orang tua, waktu menunggu berbuka puasa dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, menyenangkan, dan tetap mendidik.
Hal ini membuat Ramadhan menjadi momen positif bagi perkembangan anak, baik secara intelektual maupun emosional.
Sumber : kompas.com










