Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh umat Islam adalah bacaan niat puasa.
Mengetahui niat puasa Ramadhan sangat diperlukan agar ibadah yang dilakukan selama satu bulan penuh menjadi sah dan bernilai di sisi Allah SWT.
Niat merupakan salah satu rukun utama dalam pelaksanaan puasa Ramadhan.
Setiap Muslim yang hendak menjalankan ibadah puasa wajib terlebih dahulu berniat sebelum memasuki waktu berpuasa.
Tanpa adanya niat, ibadah puasa tidak dianggap sah menurut syariat Islam.
Baca Juga : 10 Menu Buka Puasa Favorit Beserta Resepnya
Pentingnya Membaca Niat Puasa
Dilansir dari laman kompas.com, berdasarkan penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), niat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah puasa.
Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Hal ini berbeda dengan puasa sunnah yang masih diperbolehkan berniat pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dalam praktiknya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai tata cara berniat puasa Ramadhan.
Perbedaan Pendapat tentang Niat Puasa
Menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan wajib dibaca setiap malam selama bulan Ramadhan.
Artinya, seorang Muslim harus memperbarui niatnya setiap hari sebelum waktu Subuh.
Sementara itu, Mazhab Maliki berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan cukup dilakukan sekali saja, yaitu pada malam pertama Ramadhan untuk satu bulan penuh.
Baca Juga : Menu Sahur agar Tidak Mudah Lemas dan Lapar
Dengan niat tersebut, seseorang dianggap telah berniat untuk menjalankan puasa selama sebulan tanpa perlu mengulanginya setiap hari.
Karena adanya perbedaan pandangan ini, sebagian umat Islam memilih mengikuti pendapat Mazhab Maliki sebagai bentuk kehati-hatian, terutama bagi mereka yang khawatir lupa berniat atau tertidur sebelum sempat membaca niat harian.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan untuk sebulan penuh sesuai pendapat Mazhab Maliki:
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jami‘i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku berniat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”
Dengan membaca niat ini, seorang Muslim telah menyatakan kesungguhan hatinya untuk menjalankan ibadah puasa sepanjang bulan Ramadhan.
Baca Juga : Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Ramadhan dan Amalan yang Dianjurkan
Kesimpulan
Niat puasa Ramadhan merupakan rukun yang sangat penting dalam ibadah puasa. Tanpa niat, puasa seseorang tidak dianggap sah menurut syariat Islam. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai cara berniat puasa.
Mazhab Syafi’i mewajibkan niat setiap malam, sedangkan Mazhab Maliki memperbolehkan niat dilakukan sekali untuk sebulan penuh.
Pada Ramadhan 1447 H, memahami bacaan niat puasa menjadi bekal penting agar ibadah yang dijalankan lebih tenang, yakin, dan sesuai tuntunan agama.
Semoga dengan niat yang ikhlas, Allah SWT menerima puasa kita dan memberikan keberkahan sepanjang bulan suci Ramadhan.
Sumber : kompas.com










