Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu turunnya wahyu Al-Quran untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Peristiwa agung ini diyakini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 Masehi di Gua Hira, sebuah tempat yang terletak tidak jauh dari Kota Mekkah.
Saat itu, Nabi Muhammad SAW sedang melakukan perenungan dan ibadah di Gua Hira.
Pada malam penuh keberkahan tersebut, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama sebagai awal dari risalah kenabian.
Momen inilah yang kemudian dikenal dengan istilah Nuzulul Quran.
Tahapan Turunnya Al-Quran
Para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Quran berlangsung melalui dua tahap.
Tahap pertama, Al-Quran diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar.
Tahap kedua, Al-Quran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril sesuai dengan kebutuhan dan kondisi umat pada masa itu.
Proses penurunan wahyu secara berangsur-angsur ini berlangsung selama kurang lebih 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.
Makna Nuzulul Quran
Secara bahasa, istilah Nuzulul Quran berasal dari dua kata, yaitu nuzul yang berarti turun, dan Al-Quran yang berarti kitab suci umat Islam.
Dengan demikian, Nuzulul Quran dapat dimaknai sebagai peristiwa turunnya Al-Quran dari sisi Allah SWT kepada umat manusia.
Adapun secara istilah, Nuzulul Quran dipahami sebagai momentum diturunkannya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat Islam.
Ayat pertama yang turun dalam peristiwa ini adalah Surah Al-Alaq ayat 1–5. Turunnya ayat tersebut menjadi tanda dimulainya misi kenabian dan penyebaran ajaran Islam di muka bumi.
Peringatan Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan
Setiap tanggal 17 Ramadhan, umat Islam di berbagai belahan dunia memperingati Nuzulul Quran dengan beragam kegiatan keagamaan.
Di antaranya seperti pengajian, khataman Al-Quran, ceramah keislaman, zikir bersama, hingga berbagai amalan ibadah lainnya.
Malam Nuzulul Quran diyakini sebagai malam yang penuh keberkahan.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama membaca dan mentadabburi Al-Quran sebagai bentuk rasa syukur atas diturunkannya kitab suci sebagai pedoman hidup.
Pada Ramadhan 1447 H, peringatan Nuzulul Quran kembali menjadi momentum penting untuk meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Quran serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kesimpulan
Nuzulul Quran adalah peristiwa bersejarah dalam Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan.
Peristiwa ini menjadi awal diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Peringatan Nuzulul Quran pada Ramadhan 1447 H hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat keimanan dan kedekatan dengan Al-Quran.
Dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran, umat Islam dapat menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Sumber : kompas.com










