Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Agar ibadah puasa dapat berjalan dengan sempurna, umat Islam perlu memahami berbagai hal yang dapat membatalkan puasa.
Mengetahui ketentuan ini sangat penting supaya ibadah puasa tetap sah dan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Lantas, apa saja perkara yang dapat membatalkan puasa menurut ajaran Islam? Berikut penjelasan lengkapnya.
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Dilansir dari laman kompas.com, berikut beberapa hal utama yang dapat menyebabkan batalnya puasa Ramadhan sesuai tuntunan syariat Islam:
1. Haid dan Nifas
Bagi wanita, keluarnya darah haid atau nifas secara otomatis membatalkan puasa.
Kondisi ini merupakan ketentuan alami yang tidak bisa dihindari.
Puasa yang batal karena haid atau nifas wajib diganti (qadha) setelah bulan Ramadhan berakhir.
2. Makan dan Minum dengan Sengaja
Mengonsumsi makanan atau minuman secara sadar pada siang hari termasuk hal yang jelas membatalkan puasa.
Termasuk di dalamnya memasukkan obat melalui mulut atau cara lain yang serupa.
Namun, jika seseorang makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah selama ia segera berhenti setelah menyadarinya.
3. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh
Segala bentuk aktivitas yang menyebabkan masuknya benda ke dalam tubuh melalui lubang tertentu, seperti makan, minum, atau memasukkan obat tertentu, dapat membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja.
4. Muntah dengan Sengaja
Apabila seseorang memaksakan diri untuk muntah, maka puasanya menjadi batal.
Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa muntah disengaja mengharuskan seseorang mengganti puasanya di hari lain.
5. Berhubungan Suami Istri di Siang Hari
Melakukan hubungan suami istri pada waktu puasa (mulai terbit fajar hingga terbenam matahari) termasuk perbuatan yang membatalkan puasa dan memiliki konsekuensi hukum tertentu dalam Islam.
Hubungan suami istri hanya diperbolehkan pada malam hari selama bulan Ramadhan.
6. Keluarnya Air Mani dengan Sengaja
Puasa juga batal apabila seseorang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan keluarnya air mani, karena termasuk menuruti hawa nafsu yang harus ditahan saat berpuasa.
7. Hilang Akal atau Gila
Syarat sah puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang kehilangan kesadaran atau akal sehatnya, maka puasanya dianggap tidak sah karena tidak lagi memenuhi syarat wajib berpuasa.
8. Murtad atau Keluar dari Islam
Seseorang yang keluar dari agama Islam (murtad) secara otomatis batal seluruh amal ibadahnya, termasuk puasa.
Oleh karena itu, menjaga keimanan merupakan hal yang sangat penting selama menjalankan ibadah Ramadhan.
Pentingnya Menjaga Puasa dengan Benar
Menjalankan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari segala hal yang dapat membatalkannya.
Dengan memahami aturan ini, umat Islam dapat lebih berhati-hati dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.
Kesimpulan
Pada Ramadhan 1447 H, memahami hal-hal yang membatalkan puasa menjadi kewajiban bagi setiap Muslim agar ibadah puasa dapat berjalan dengan sah dan sempurna.
Beberapa perkara utama yang membatalkan puasa antara lain: haid dan nifas, makan atau minum dengan sengaja, muntah disengaja, berhubungan suami istri di siang hari, keluarnya mani secara sengaja, hilang akal, serta murtad.
Dengan mengetahui dan menghindari hal-hal tersebut, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik, penuh kehati-hatian, serta meraih keberkahan dan pahala maksimal di bulan suci Ramadhan.
Semoga puasa Ramadhan 1447 H menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
Sumber : kompas.com










