Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di Indonesia. Memasuki Ramadhan 1447 Hijriah, semangat menyambut bulan suci kembali terasa di berbagai daerah.
Selain mempersiapkan diri secara spiritual, masyarakat Indonesia juga memiliki beragam tradisi khas yang telah diwariskan turun-temurun.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia kaya akan budaya dan kebiasaan unik dalam menyambut datangnya bulan puasa.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol kegembiraan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar warga.
10 Tradisi Khas Indonesia Dalam Menyambut Ramadhan
Dilansir dari kompas.com, tradisi unik yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Ramadhan? Berikut rangkumannya.
1. Meugang – Aceh
Masyarakat Aceh memiliki tradisi bernama Meugang, yaitu kegiatan memasak dan menikmati hidangan daging bersama keluarga sebelum memasuki bulan puasa.
Daging sapi atau kambing diolah menjadi berbagai masakan khas, lalu disantap bersama kerabat, tetangga, bahkan anak yatim. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur.
2. Nyorog – Jakarta
Di kalangan masyarakat Betawi, terdapat tradisi Nyorog, yaitu kebiasaan mengirimkan bingkisan makanan kepada orang tua atau kerabat yang lebih tua.
Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus cara mempererat hubungan kekeluargaan menjelang Ramadhan.
3. Cucurak – Jawa Barat
Di wilayah Jawa Barat, masyarakat Sunda mengenal tradisi Cucurak, yaitu acara berkumpul bersama keluarga besar sambil menikmati hidangan bersama.
Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan makan lesehan beralaskan daun pisang dan menyantap menu khas seperti nasi liwet.
4. Padusan – Yogyakarta
Masyarakat Yogyakarta memiliki tradisi Padusan, yaitu ritual mandi bersama di sumber mata air, sungai, atau pemandian umum.
Tradisi ini melambangkan upaya membersihkan diri lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa.
5. Megibung – Bali
Umat Islam di Bali juga memiliki tradisi unik bernama Megibung, yaitu kegiatan memasak dan makan bersama dalam satu wadah besar.
Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman budaya Bali.
6. Mattunu Solong – Sulawesi Barat
Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masyarakat menyambut Ramadhan dengan tradisi Mattunu Solong, yakni menyalakan pelita tradisional di sekitar rumah.
Cahaya pelita tersebut menjadi simbol penerang dan harapan akan keberkahan selama bulan suci.
7. Baratan – Jepara, Jawa Tengah
Tradisi Baratan dilakukan oleh masyarakat Jepara pada bulan Sya’ban menjelang Ramadhan.
Acara ini berupa kirab budaya yang mengandung doa dan harapan agar diberikan keselamatan saat menjalankan ibadah puasa.
8. Megengan – Jawa Timur
Di Jawa Timur, masyarakat menggelar tradisi Megengan, yaitu kenduri atau doa bersama di masjid dan mushola.
Salah satu makanan khas yang selalu hadir adalah kue apem, yang melambangkan permohonan maaf dan ampunan.
9. Malamang – Padang, Sumatera Barat
Masyarakat Minangkabau di Padang mengenal tradisi Malamang, yaitu kegiatan memasak lamang (lemang) yang terbuat dari beras ketan dan dimasak dalam bambu.
Proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kebersamaan.
10. Mohibadaa – Gorontalo
Di Gorontalo, terdapat tradisi Mohibadaa, yaitu ritual perawatan diri menggunakan ramuan tradisional dari rempah-rempah.
Tradisi ini bertujuan menjaga kesehatan kulit selama menjalani ibadah puasa di tengah cuaca panas.
Makna Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia
Berbagai tradisi di atas menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar momen ibadah, tetapi juga perayaan budaya dan kebersamaan.
Meski bentuknya berbeda-beda di setiap daerah, esensinya tetap sama, yaitu mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.
Kesimpulan
Tradisi menyambut Ramadhan di Indonesia mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang sarat nilai religi dan sosial.
Setiap daerah memiliki cara unik untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci, mulai dari kegiatan makan bersama, ritual pembersihan diri, hingga acara berbagi dengan sesama.
Memasuki Ramadhan 1447 H, tradisi-tradisi tersebut tetap relevan sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan meningkatkan semangat beribadah.
Keberagaman budaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa Islam di Indonesia tumbuh harmonis berdampingan dengan kearifan lokal.
Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.
Sumber: kompas.com










