Informasi
Beranda / Informasi / 3 Macam Qunut dalam Islam: Penjelasan, Waktu Pelaksanaan, dan Bacaan Lengkap

3 Macam Qunut dalam Islam: Penjelasan, Waktu Pelaksanaan, dan Bacaan Lengkap

3 Macam Qunut dalam Islam: Penjelasan, Waktu Pelaksanaan, dan Bacaan Lengkap
3 Macam Qunut dalam Islam: Penjelasan, Waktu Pelaksanaan, dan Bacaan Lengkap

Doa qunut merupakan salah satu doa yang dibaca dalam salat pada posisi berdiri (i’tidal).

Dalam Islam, terdapat 3 macam qunut yang umum dikenal, yaitu qunut Subuh, qunut witir, dan qunut nazilah, masing-masing dengan waktu pelaksanaan dan bacaan yang berbeda.

Bagi umat Islam, doa ini tentu sudah sangat familiar karena sering diamalkan, khususnya saat salat Subuh.

Dari sisi bahasa, qunut (القنوت) berasal dari kata qonata (قنت) yang berarti tunduk, patuh, taat, serta khusyuk. Selain itu, qunut juga bermakna berdiri lama dalam ibadah.

Dalam praktiknya, doa qunut dipanjatkan sebagai permohonan kepada Allah SWT, baik untuk meminta kebaikan maupun perlindungan dari keburukan.

Terkait waktu pelaksanaannya, para ulama memiliki dua pendapat, yaitu dibaca sebelum ruku’ dan setelah ruku’.

Di Indonesia, yang mayoritas mengikuti mazhab Imam Syafi’i, qunut umumnya dibaca setelah ruku’, terutama pada salat Subuh.



Macam-Macam Qunut dalam Islam

Dilansir dari laman suaramuslim.net. Dalam ilmu fiqih, doa qunut terbagi menjadi tiga jenis utama yang memiliki fungsi dan waktu pelaksanaan berbeda, yaitu qunut Subuh, qunut nazilah, dan qunut witir.

1. Qunut Subuh

Qunut Subuh adalah jenis qunut yang paling sering diamalkan oleh masyarakat Indonesia.

Doa ini dibaca pada rakaat kedua salat Subuh sebelum sujud.

Dalam mazhab Syafi’i, bacaan qunut Subuh sama dengan qunut witir.

Doa ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An Nasa’i, Tirmidzi, dan Ahmad

Bacaan Qunut Subuh (Arab):

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ
وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِى وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Artinya:

“Ya Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk.

Berikanlah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi.

Jadikanlah aku dalam golongan orang yang Engkau pimpin.

Limpahkanlah keberkahan pada apa yang Engkau berikan kepadaku.

Lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.

Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu.

Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.”



2. Qunut Nazilah

Qunut nazilah adalah doa qunut yang dibaca ketika terjadi musibah besar, seperti bencana alam, peperangan, atau kondisi genting lainnya.

Berbeda dengan qunut Subuh, qunut nazilah dapat dibaca dalam salat lima waktu.

Isi doanya lebih menekankan pada permohonan ampunan, persatuan umat, serta pertolongan dari Allah SWT.

Bacaan Qunut Nazilah (Arab):

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ
اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ، وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ، اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah kami, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, serta muslim laki-laki dan perempuan.

Satukanlah hati mereka, perbaikilah hubungan di antara mereka, dan tolonglah mereka menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka.

Ya Allah, timpakanlah laknat kepada orang-orang kafir dari ahli kitab yang menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi para wali-Mu.

Ya Allah, pecah belahlah persatuan mereka, goyahkan kedudukan mereka, dan turunkan azab-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu.”



3. Qunut Witir

Qunut witir adalah doa yang dibaca dalam salat witir.

Dalam mazhab Syafi’i, qunut ini biasanya diamalkan pada separuh akhir bulan Ramadhan, khususnya setelah salat tarawih.

Bacaan qunut witir sama dengan qunut Subuh dan bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh para ulama hadis seperti Abu Daud, An Nasa’i, Tirmidzi, dan Ahmad.

Bacaan Qunut Witir (Arab):

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ
وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِى وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Artinya:

“Ya Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berikanlah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Jadikanlah aku dalam golongan orang yang Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan pada apa yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.”



Kesimpulan

Doa qunut adalah bagian dari ibadah salat yang memiliki makna mendalam sebagai bentuk kepasrahan dan permohonan seorang hamba kepada Allah SWT.

Terdapat tiga jenis qunut yang umum dikenal, yaitu qunut Subuh, qunut nazilah, dan qunut witir, masing-masing dengan waktu dan tujuan yang berbeda.

Memahami perbedaan ini membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih tepat sesuai tuntunan fiqih.

Selain itu, perbedaan praktik dalam membaca qunut seharusnya dipahami sebagai kekayaan dalam ajaran Islam yang perlu disikapi dengan sikap saling menghargai.

Sumber : https://suaramuslim.net/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan